Tips Menghilangkan Rasa Jenuh dalam Belajar

Diposting pada: 2015-02-21, oleh : admin, Kategori: Umum

Perasaan jenuh dalam belajar sering dikeluhkan para siswa dalam setiap kesempatan. Di satu sisi siswa harus belajar dengan giat dan memahami pelajaran dengan sebaik-baiknya, apalagi menghadapi ujian, tetapi di pihak lain siswa tersebut terserang kejenuhan. Kondisi ini membuat siswa kurang bergairah dan bersemangat dalam belajarnya serta timbul perasaan khawatir, takut tidak lulus ujian.

Siswa perlu mengadakan introspeksi (melihat ke dalam diri sendiri) atau perenungan terhadap kondisi yang sedang dialami (kejenuhan belajar). Kejenuhan tidak datang begitu saja tanpa ada latar belakangnya. Dengan memahami latar belakang dari kejenuhan, siswa bisa melakukan tindakan yang tepat untuk mengusir atau mengatasi kejenuhan yang dialami. Dengan terselesaikannya masalah kejenuhan ini, diharapkan siswa bisa belajar dengan baik dan mencapai prestasi belajar yang memuaskan.

Berdasarkan berbagai faktor penyebab kejenuhan di atas, bisa dicari alternatif pemecahannya. Dalam hal ini siswa harus berusaha melawan dan mengatasi apabila mengalami kejenuhan dalam belajar. Untuk mengatasi kejenuhan belajar, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Pertama, cari manfaat dari belajar yang dilakukan. Belajar yang dilakukan oleh siswa pasti ada manfaatnya. Dengan belajar siswa bisa memperoleh ilmu pengetahuan. Bisa menambah pertemanan dan mempererat tali silaturahmi di antara siswa. Menambah wawasan dan pengalaman hidup.
  2. Kedua, lakukan belajar dengan perasaan senang dan kreatif. Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan perasaan senang akan menimbulkan semangat. Begitu juga dengan kegiatan belajar, apabila merasa senang, siswa akan belajar dengan gairah dan bersemangat. Lama kelamaan perasaan jenuh akan terkikis dan hilang. Untuk itu senangi apa yang siswa kerjakan (belajar) dan kerjakan apa yang siswa senangi.
  3. Ketiga, pandang guru dari segi positifnya. Guru sebagai manusia biasa tidak lepas dari segala kelebihan dan kekurangan. Menghadapi guru yang sedang mengajar di kelas, siswa seyogianya menyikapi guru dengan sikap terbaik. Cari sisi positif atau kebaikan yang ada pada guru sehingga siswa merasa tertarik dan senang terhadap guru. Apabila sudah menyenangi gurunya, maka cenderung akan menyenangi pelajarannya. Setiap bertemu dengan guru, siswa bisa diskusi, bertukar pendapat dan informasi untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan.
  4. Keempat, anggaplah belajar itu sebagai kebutuhan yang mendesak. Belajar jangan sampai hanya untuk menggugurkan kewajiban. Artinya, belajar selain sebagai kewajiban, juga harus menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Kalau belajar itu sebagai suatu kebutuhan, siswa akan berusaha untuk belajar dengan giat. Misalnya, kita butuh makan, kita akan mencari makanan. Begitu juga halnya dengan belajar. Ke mana dan kapan pun siswa akan belajar terus karena butuh. Bukankah kita dianjurkan untuk menuntut ilmu walaupun sampai ke negeri Cina sekalipun?
  5. Kelima, lakukan diskusi kelompok. Untuk menambah gairah belajar, siswa bisa mengajak teman-teman untuk melakukan kegiatan belajar bersama. Melalui diskusi kelompok atau belajar bersama, siswa bisa tukar pendapat, pengalaman, dan informasi di antara teman. Dalam kondisi kebersamaan biasanya akan terhindar dari kejenuhan. Anggota kelompok bisa terbentuk atas dasar kesepakatan bersama di antara siswa.


Print BeritaPrint PDFPDF


Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini